Inilah salah satu keuntungan tinggal di Makassar, tidak banyak waktu terbuang di jalan karena macet seperti saat masih tinggal di Bekasi (Jabotabek), jadi sore-sore atau pas hari libur masih bisa belajar memancing di laut.Modalku hanya sebuah joran seharga seratus ribuan, yang cuman mampu mengangkat beban/ikan 3 - 5 kiloan, tapi kurasa itu sudah cukup untuk pemula, plus beberapa perlengkapan penunjang (beberapa jenis timah pemberat, selusin mata kail dll). Sampai hari ini sudah 3 kali mancing di laut, sekali di atas perahu (bener-bener di laut lepas lho...) dan 2 kali di dermaga di pulau Khayangan, lepas pantai Makassar. Jarangnya frekuensi memancing ini karena sebulan terakhir di Makassar lebih sering hujan.
Hasilnya... masih bisa dihitung dengan jari tangan kiri plus beberapa kali kehilangan mata kail dan timah karena talinya putus, nyangkut karang. Tapi hasil bukan persoalan bagiku, meskipun istri di rumah sering tertawa karenanya, dan bilang “mending ke pasar lelong (pasar ikan) aja, jelas dapet banyak...”, aku gak perduli, udah terlanjur senang mancing, nanti setelah musim cuaca buruk ini lewat kami akan kembali melaut.
Banyak hal yang bisa dinikmati dengan memancing... selain melatih kesabaran juga indahnya pemandangan dan suasana laut layak untuk dinikmati seharian... seharian?... ya, durasi memancing kami rata-rata dari pagi sampai menjelang sore dan pernah sekali dari sore sampai menjelang tengah malam.
Kelak kalau sudah cukup pengalaman akan aku tulis lebih banyak lagi tentang memancing.
3 comments:
enak banget ya... ngiri nih
Makanya Pak Herry pindah Makassar sekalian saja...
lha emangnya yg punya pulo sodara kita apa... :)
Post a Comment