Saturday, March 3, 2007

Anakku, Yodha

Paramananda Wirasenayodha atau Yodha, lahir di Jakarta 6 April 2000, kami ketahui menyandang autis sejak 5 tahun lalu (ketika ia baru berusia 2 tahunan). Kondisi ini terus terang sangat berat bagi kami, karena menyita banyak "sumber daya", baik dana, tenaga, pikiran dan juga perasaan. Tapi bagaimanapun, aku merasa bahagia jika bersamanya... ya, aku sangat menyanyangi Yodha sebagaimana dia adanya.

Saat ini Yodha sudah mencapai banyak kemajuan, terutama dari sisi emosinya, ya setelah dia menjalani terapi selama 5 tahun terakhir ini.

Yodha bukan hanya seorang anak bagi aku, tapi lebih sebagai guru…. Dia telah mengajarkan banyak hal dalam diriku, ... untuk jiwaku, diantaranya:

Yodha memberi pelajaran untuk selalu mensyukuri setiap nikmat, setiap kemajuan, setiap langkah, meskipun itu kecil di mata kita selama ini. Yang aku masih ingat, beberapa bulan lalu Yodha sudah bisa minum pakai sedotan… ada perasaan bahagia dan syukur mengalir dalam hatiku saat itu, mungkin perasaan ini tidak akan muncul di hati orang tua yang anaknya normal-normal saja,

Kemudian, dia juga memberikan pemahaman kepadaku bahwa setiap orang berbeda, unik dan memiliki kelebihan dan keterbatasan masing-masing, tak seorangpun sempurna,

Dan yang paling penting, dia memberikan pelajaran kepadaku tentang kesabaran... ini yang masih sulit bagiku, entah berapa kali aku gagal dalam ujian yang diberikannya...

"Nak, ayah sangat menyayangimu...."

7 comments:

Anonymous said...

wah ganteng juga nih.... siapa yg moto ya?

chresno said...

Yang moto ibu om, cumak pakai HP aja kok....

Anonymous said...

yg penting tetap semangat mas...! kalimat yg selalu mendengung di hati saya adalah ... life is sometimes what happened, while you are thingking another plans....! kepinginnya apa...dapatnya apa gitu! tak apa, gak ada yg sempurna di dunia ini! semoga Allah selalu memberikan berkahNya kepada hamba2Nya yg sabar....Amin

Anonymous said...

thinking other plans....
ternyata tdk selalu what you want is what you get... !

Unknown said...

maaf mas, saya baru tahu kondisi Yodha..
jadi ga enak karena dah sering ngrepotin dengan request2 yang begitu banyak..

btw, constant motion selalu gagal didownload, jadi belum bisa kirim via email :(

Anonymous said...

jadi terharu aku baca postingan ini..
aku jadi makin salut ma mas chresno..
ternyata gak cuma MASTER di musik klasik..
tapi juga MASTER dalam berkeluarga..
salut... salutt...

Anonymous said...

Tulisan mas Chresno sangat menyentuh hati saya. Two thumbs up buat mas Chresno atas kesabarannya sebagai ayah Yodha dan suami yg penuh kasih pada sahabat saya,Rini..